Aset Asuransi Ciputra Life Naik 33%, Target Dobel Digit 2026
Lonjakan Aset Jadi Modal Ekspansi 2026
Industri asuransi menunjukkan tren pemulihan yang solid. Hingga Desember 2025, aset Ciputra Life tercatat mencapai Rp1,32 triliun.
Angka ini tumbuh 33,2% secara tahunan dari Rp997,3 miliar pada 2024. Pertumbuhan tersebut menjadi pijakan perusahaan untuk menargetkan kenaikan aset double digit pada 2026.
Direktur Utama Hengky Djojosantoso menyatakan peningkatan kualitas investasi menjadi fokus utama agar imbal hasil tetap optimal dan berkelanjutan.
Asuransi Jiwa Kredit Jadi Motor Premi
Produk asuransi jiwa kredit masih menjadi kontributor utama pendapatan premi.
Perusahaan telah bekerja sama dengan lebih dari 20 bank dan multifinance untuk menjangkau nasabah KPR dan kredit kendaraan.
Dorongan penyaluran kredit UMKM dinilai dapat memperbesar peluang pertumbuhan segmen ini pada 2026.
Perluas Segmen Korporasi dan Digitalisasi
Selain ritel kredit, perusahaan juga memperluas pasar korporasi melalui produk asuransi jiwa, kesehatan, dan kecelakaan kumpulan.
Digitalisasi layanan menjadi strategi penting untuk meningkatkan akses dan kualitas after sales service.
Outlook Industri Asuransi 2026
Otoritas Jasa Keuangan memproyeksikan aset industri asuransi dapat tumbuh 5%–7% pada 2026.
Pejabat OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut industri jasa keuangan tetap berpotensi tumbuh berkelanjutan.
Dengan pertumbuhan aset yang kuat dan strategi ekspansi yang terarah, target double digit pada 2026 dinilai realistis. Tantangan selanjutnya adalah menjaga kualitas investasi di tengah dinamika ekonomi.

Posting Komentar