Transformasi Besar Pertamina: Rumah Sakit, Hotel, hingga Asuransi Masuk Rencana Pelepasan
PT Pertamina (Persero) berencana melepas sekitar 38 anak usaha yang tidak bergerak di sektor minyak dan gas (migas) pada tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi penataan bisnis atau streamlining untuk memperkuat fokus perusahaan pada sektor energi.
Direktur Transformasi dan Kelanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan yang masuk dalam rencana tersebut berasal dari berbagai bidang, seperti layanan kesehatan, penerbangan, perhotelan, hingga asuransi.
Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari transformasi jangka panjang Pertamina untuk membuat struktur usaha lebih ramping dan efisien.
Bisnis Rumah Sakit Akan Dialihkan
Salah satu rencana yang sudah memasuki tahap lanjut adalah pengalihan bisnis rumah sakit yang selama ini dikelola oleh Indonesia Healthcare Corporation (IHC). Pertamina disebut telah mencapai kesepakatan awal terkait nilai bisnis dengan Danantara, yang diproyeksikan menjadi pengelola berikutnya.
Sekitar 12 perusahaan yang berada dalam grup IHC termasuk dalam pipeline pelepasan. Proses selanjutnya akan dilakukan sesuai tahapan yang telah disepakati kedua pihak.
Langkah ini diharapkan membuat pengelolaan rumah sakit lebih fokus pada sektor kesehatan, sementara Pertamina dapat mengalokasikan sumber daya ke bisnis inti energi.
Pelita Air Direncanakan Gabung Garuda Indonesia
Di sektor transportasi udara, maskapai Pelita Air juga masuk dalam rencana restrukturisasi. Integrasi Pelita Air ke Garuda Indonesia telah tercantum dalam rencana kerja Danantara Asset Management.
Penggabungan ini dipandang dapat memperkuat sinergi maskapai milik negara sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di industri penerbangan nasional.
Hotel Patra Jasa dan Bisnis Perhotelan
Unit usaha perhotelan di bawah Patra Jasa turut masuk dalam pembahasan restrukturisasi. Saat ini, skema pengelolaan hotel sedang didiskusikan dengan grup Danantara, termasuk kemungkinan kerja sama dengan operator perhotelan di bawah InJourney.
Pendekatan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengelolaan operasional sebelum proses restrukturisasi yang lebih luas.
Asuransi Tugu Masih Dibahas
Selain itu, unit bisnis asuransi PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) juga sedang dibahas bersama Indonesia Financial Group (IFG).
Meski ada rencana perubahan struktur, Pertamina menegaskan pentingnya agar layanan asuransi tersebut tetap mendukung kebutuhan industri migas, terutama dalam pengelolaan risiko.
Jumlah Anak Usaha Sudah Mulai Berkurang
Program penataan bisnis Pertamina sebenarnya telah berjalan dalam beberapa waktu terakhir. Jumlah perusahaan di bawah grup tersebut telah berkurang dari 257 menjadi 242 entitas.
Sebagian pengurangan berasal dari penataan struktur di Pertamina International Shipping, termasuk pengurangan sejumlah entitas khusus yang sebelumnya digunakan untuk operasional kapal.
Penataan portofolio usaha menjadi bagian penting dari strategi Pertamina menghadapi perubahan industri energi global. Dengan melepas bisnis yang tidak berkaitan langsung dengan migas, perusahaan dapat lebih fokus pada kegiatan inti seperti eksplorasi, pengolahan, distribusi energi, dan pengembangan energi baru terbarukan.
Proses pelepasan puluhan anak usaha tersebut akan dilakukan secara bertahap, mengikuti kesiapan masing-masing entitas serta kesepakatan dengan mitra yang terlibat.

Posting Komentar